108 Guru dan Tenaga Kependidikan Raih Penghargaan GTK Berprestasi dan Berdedikasi

Tags : guru-berprestasi
Date :20 Agustus 2017

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memilih sebanyak 108 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2017, dari 875 total GTK dari seluruh Indonesia. Pemilihan ini berlangsung sejak tanggal 14 Agustus 2017, hingga 19 Agustus 2017 melalui proses seleksi tes tertulis, wawancara, penilaian portofolio, penilaian praktik baik (best practice) dan presentasi, dengan dua hari durasi ujian yaitu tanggal 15 s.d. 16 Agustus 2017.
 
Para pemenang akan mendapatkan hadiah beragam, yaitu hadian Uang Pembinaan sebesar Rp 20 juta, komputer jinjing bagi peraih pemenang pertama. Pemenang kedua berkesempatan untuk meraih uang pembinaan sebesar Rp. 17.5 juta, dan komputer jinjing. Pemenang ketiga mendapatkan sejumlah Rp 15 juta sebagai hadiah uang pembinaan. Tidak hanya itu, seluruh peserta lomba mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, sebagai guru berprestasi dan berdedikasi, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan GTK yang telah memberikan prestasi, dan dedikasinya terhadap dunia pendidikan (terlampir daftar pemenang).
 
Penyelenggaraan Pemilihan Guru Berprestasi sebelum masuk pada tingkat nasional dilaksanakan secara bertingkat, mulai dari tingkat satuan pendidikan, tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, sampai pada tingkat nasional, dengan 36 kategori yakni, Guru Taman Kanak-Kanak (TK), Kepala TK, Guru TK daerah khusus (berdedikasi), Kepala TK Daerah Khusus (Berdedikasi) dan Pengawas TK.
 
Pada satuan pendidikan dasar, terdapat guru SD berprestasi, kepala SD berprestasi, Pengawas SD berprestasi, Guru SD/SMP penyelenggara pendidikan Inklusi, Guru SD Luar Biasa/SMP Luar Biasa, Pengawas Pendidikan Luar Biasa, Kepala SD Daerah Khusus, Kepala SLB/SDLB/SMPLB/SMALB/SKh. Pada jenjang SMP, terdapat peserta dari guru SMP, kepala SMP, Kepala SMP Daerah Khusus, pengawas SMP, Pengawas Sekolah di Daerah Khusus, Tenaga Administrasi Sekolah SMP, dan Tenaga Perpustakaan SMP.
 
Sedangkan, pada jenjang sekolah menengah, terdapat peserta dari guru SMA, kepala SMA, Pengawas SMA, guru SMA Luar Biasa, guru SMA/SMK Berdedikasi Pendidikan Menengah, guru SMA/SMK penyelenggara pendidikan inklusi, kepala SMA/SMK Daerah Khusus, Tenaga Laboratorium/Laboran SMA, Tenaga Perpustakaan SMA, dan Tenaga Administrasi SMA. Pada jenjang SMK, terdapat peserta dari guru SMK, kepala SMK, pengawas SMK, Teknisi/Laboran/Pranata Laboratorium Pendidikan SMK (Teknologi Hasil Pertanian, Tata Boga), dan tenaga administrasi SMK.
 

Jumlah Peserta dan Pemenang masing-masing peserta
 

No Kategori Peserta Jumlah Peserta Jumlah Pemenang
1 1.     Guru TK 31 3
2.     Kepala TK 32 3
3.     Pengawas TK 19 3
4.     Guru TK Daerah Khusus 22 3
5.     Kepala TK Daerah Khusus 23 3
2 1.     Guru SD 32 3
2.     Guru SMP 32 3
3.     Guru SD/SMP penyelenggara pendidikan Inklusi 18 3
4.     Guru SD Daerah Khusus dan SILN 52 3
5.     Guru SDLB/SMPLB  29 3
3 1.     Guru SMA 34 3
2.     Guru SMK 32 3
3.     Guru SMALB Berprestasi 24 3
4.     Guru SMA/SMK Berdedikasi Dikmen 23 3
5.     Guru SMA/SMK penyelenggara pendidikan Inklusi 22 3
4 1.     Pengawas SD 28 3
2.     Pengawas SMP 32 3
3.     Pengawas SMA 31 3
4.     Pengawas SMK 23 3
5.     Kepala SD 32 3
6.     Kepala SMP 31 3
7.     Kepala SMA 30 3
8.     Kepala SMK 30 3
9.     Tenaga Administrasi Sekolah SMA 18 3
10.  Tenaga Administrasi Sekolah SMK 12 3
11.  Laboran/Pranata Lab. Pendidikan SMA (MIPA) 17 3
12.  Teknisi/Laboran/Pranata Laboratorium Pendidikan SMK (Teknologi Hasil Pertanian, Tata Boga) 11 3
13.  Tenaga Perpustakaan SMP 11 3
14.  Tenaga Perpustakaan SMA 18 3
15.  Tenaga Perpustakaan SMK 11 3
5 1.     Kepala SLB/SDLB/SMPLB/SMALB/SKh 27 3
2.     Pengawas PLB 15 3
3.     Kepala SD Daerah Khusus 22 3
4.     Kepala SMP Daerah Khusus 19 3
5.     Kepala SMA/SMK Daerah Khusus 17 3
6.     Pengawas Sekolah di Daerah Khusus 15 3
Jumlah 875 108


Jakarta, 19 Agustus 2017
Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan